Minggu, November 18, 2012

Sortasi/Grading Beras



Selain cabai, pada praktikum kali ini, para praktikan juga melakukan sortasi/grading menggunakan komoditi beras. Beras adalah komoditas strategis dan merupakan pangan pokok bangsa Indonesia.
Nilai hasil dari sortasi beras dibandingkan dengan standar dari SNI No. 01-6128-1999. Maka standar mutu beras berdasarkan SNI No. 01-6128-1999 adalah :
No
Kriteria mutu
Satuan
Mutu I
Mutu II
Mutu Ill
Mutu IV
Mutu V
1.
Derajat sosoh (min)
(%)
100
100

95

95

95
2.
Kadar air (maks)
(%)
14
14

14

14

15

3.
Beras kepala (min)
(%)
100

95

84

84

60

4.
Butir utuh (min)
(%)
95
89

78

73

60

5.
Butir patah (maks)
(%)
0
5

15

25

53

6.
Butir menir (maks)
(%)
0
0

1

2

3

7.
Butir merah (maks)
(%)
0
0

1

3

3

8.
Butir kuning (maks)
(%)
0
0

1

3

5

9.
Benda mengapur (maks)
(%)
0
0
1
3
5
10.
Benda Asing (maks)
(%)
0
0
0.02
0.05
0.2
11.
Butir Gabah (maks)
(%)
0
0
1
2
3
12.
Campuran varietas lain (maks)
(%)
5
5
5
10
10
Sumber : www.bsn.go.id
     
      Praktikum kali ini menggunakan komoditi beras yang terdiri dari dua kali ualngan dengan mengidentifikasi beras utuh, beras patah, beras mengapur, beras menir, beras menguning dan benda asing. Percobaan mengenai sortasi beras dapat dilihat dari lampiran yangmenunjukkan bahwa butir utuh beras pada ulangan I didapatkan rata-rata sebesar yang di uji hanya 63,83% yang berarti bahwa beras tersebut tidak memenuhi standar SNI termasuk kedalam mutu V. Untuk ulangan ke II didapat rata-rata beras utuh tidak jauh berbeda dengan beras ulangan I yaitu sebesar 63,767%. Dengan demikian, kedua beras tersebut termasuk kedalam beras mutu ke V, dimana berdasarkan tabel SNI diatas, mutu V memiliki persyaratan mutu maksimal 60%.
      Beras patah adalah butir beras yang berukuran kurang dari ¾ panjang rata-rata beras utuh pada umumnya. Dari hasil praktikum sortasi beras diketahui jumlah beras patah dalam sample beras I lebih banyak daripada sample beras II. Beras patah pada sample beras I rata-rata 20,109% dari setiap 25 gram beras, jika hasil tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka sample beras I termasuk ke dalam grade mutuI V. Hal ini dikarenakan jumlah beras patah yang ada dalam sample beras I memenuhi persyaratan grade mutu IV dari SNI No. 01-6128-1999 yaitu maksimal 25%.
Beras patah pada sample beras II rata-rata
15,7% dari setiap 25 gram beras, jika hasil sortasi tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka sample beras II termasuk ke dalam grade mutu III karena selisih jumlah beras patah pada sample beras II dengan grade mutu III dari SNI No. 01-6128-1999 tidak terlalu besar, sehingga beras sample II dapat memenuhi persyaratan grade mutu III yaitu maksimal 15%.
      Butir beras mengapur adalah bila separuh lebih dari beras berwarna putih keruh seperti kapur. Dari hasil praktikum sortasi beras diketahui beras mengapur pada beras ulangan I memiliki rata-rata sebesar 12%  dari setiap 100 butir beras, jika hasil tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka sample beras I tidak termasuk ke dalam grade mutu manapun. Hal ini dikarenakan jumlah beras mengapur yang ada dalam sample beras I jumlahnya terlalu besar dan tidak dapat memenuhi persyaratan grade mutu manapun dari SNI No. 01-6128-1999. Beras mengapur pada sample beras II rata-rata 8.46% dari setiap 100 butir beras, jika hasil sortasi tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka seperti halnya sample beras I, sample beras II juga tidak termasuk ke dalam grade mutu manapun, jumlah beras mengapur pada sample beras II jumlahnya juga terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan grade mutu manapun dari SNI No. 01-6128-1999.
      Menir adalah butir beras yang berukuran kurang dari ¼ panjang rata-rata beras utuh dan biasanya lolos ayakan 4/64 mm. Dari hasil praktikum sortasi beras diketahui sample beras ulangan I mengandung menir dengan jumlah yang lebih sedikit daripada sample beras II. Pada sample beras I mengandung menir rata-rata 12% dari setiap 25 gram beras. Jika hasil tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka beras ulangan I tidak termasuk ke dalam grade mutu manapun. Hal ini dikarenakan jumlah menir yang ada dalam sample beras I melebihi persyaratan semua grade mutu dari SNI No. 01-6128-1999. Sample beras II mengandung menir rata-rata 13.3% dari setiap 25 gram beras. Jika hasil sortasi tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka seperti halnya beras ulangan I, sample beras ulangan II juga tidak termasuk ke dalam grade mutu manapun. Baik hasil rata-rata beras ulangan I maupun beras ulangan II memiliki selisih  yang jauh berbeda dibandingkan dengan SNI sehingga tidak termasuk ke dalam SNI dan tidak dapat ditentukan grade mutunya.  .
      Beras menguning adalah butir beras dimana lebih dari separuhnya berwarna kekuningan atau kecoklatan. Dari hasil praktikum sortasi beras diketahui jumlah beras menguning dalam sample beras I lebih sedikit daripada sample beras II. Beras menguning pada sample beras I rata-rata 0.09%  dari setiap 100 butir beras, jika hasil tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka sample beras ulangan I termasuk ke dalam grade mutu III. Hal ini dikarenakan jumlah beras menguning yang ada dalam sample berasulangan I memenuhi persyaratan grade mutu III dari SNI No. 01-6128-1999 yaitu maksimal 1%. Beras menguning pada sample beras II rata-rata 0.2 % dari setiap 100 butir beras, jika hasil sortasi tersebut dibandingkan dengan standar mutu dari SNI No. 01-6128-1999 maka sample beras ulangan II termasuk ke dalam grade mutu yang sama dengan beras ulangan I yaitu mutu III.
Yang dikategorikan dengan benda asing adalah serangga, tangkai, kerikil, daun, pasir, tanah kering, dsb. Pada saat ulangan pertama, sortasi beras dengan parameter benda asing didapatkan kelompok 1-6 berturut-turut sebesar 0,51%; 0,04%; 0%; 0%; 0%; 0,04%. Didapatkan rata-rata sebesar 0,098% dimana hasil rata-rata untuk beras ulangan pertama tidak termasuk ke dalam SNI No. 01-6128-1999. Pada beras dengan ulanagan kedua, untuk parameter benda asing didapatkan rata-rata yang lebih besar dari ulangan I sebesar 0.0164%. Pada tabel SNI No.01-6128-1999 diatas, rata-rata 0.0164% termasuk ke dalam mutu ke III dimana mutu III memiliki persyaratan maksimal 0,02%. Karena sortasi dan grading akan menentukan nilai jual terhadap sebuah komoditas pertanian. Maka dari itu sortasi dan grading perludilakukan dengan tepat dan teliti agar hasil dari komoditas tersebut dapat memiliki nilai jual yang tinggi serta sesuai dengan Standar Nasional Indonesia(SNI)

Kunjungan Industri Sosro

Hari selasa tanggal 13 November 2012, divisi Industri Himalogin mengadakan acara kunjungan industri ke pabrik sosro di Cakung. Kunjungan industri ini dilaksanakan pada hari kerja, kebetulan anak 47 nya lagi ujian PO dan responsi PO. Akhirnya kita-kita pada izin gag ikutan responsi PO. Keberangkatan jam 09.30 di ATM center. Sesampai di pabriknya, kami memasuki aula sosro,  terus dikasih penjelasan awal sejarah sosro berdiri. Kemudian, diajak berkeliling ke pabriknya. di jam tersebut, kami melihat pembuatan S-Tee dan fruit Tea. Peserta di bagi menjadi 2 kelompok kunjungan, dengan pemandu yang berbeda. Berdasarkan penjelasan, bahwa dalam satu jam, soro dapat memproduksi teh yang dikemas dalam bentuk botol sebanyak 30.000 botol. dalam sehari? wow itu banyak banget. kalo teh dalam bentuk palstik PET, bisa memproduksi sekitar 9000 botol PET. dahsyat sekaliiiiii.













Minggu, November 11, 2012

Agroindustrial Visit 2012

Kamis, 8 November 2012

Hari ini aku mengikuti kunjungan industri ke PT Yakult dan ke pocari sweat. kunjungan industri ini merupakan proker Himlaogin setiap tahunnya. Karena hari kamis merupakan waktu yang cocok untuk kunjungan dan merupakan hari kuliah, jadi sebelumnya saya sebagai panitia AV mengurus perizinan untuk anak 48. Sempat terkendala dengan perizinan salah satu mata kuliah, tapi akhirnya bisa teratasi berkat celotehan gw sama rhama (ketua AV) ke UPT hahahaa
Panitia di jarkom jam 5.15 untuk kumpul di ATM center, kalo peserta kumpul jam 5.30. Tapi tetep aja waktunya ngaret. Akhirnya keberangkatan baru jam 6.30 . Sebelum masuk bus, kita foto-foto dulu :)


Perjalanan dari kampus alhamdulilah lancar. tepat pukul 9, rombongan kami sampai di pabrik PT. Yakult di sukabumi, Jawa Barat. Ini baru kali pertama saya mengunjungi yakult. pertama kali melihat, jujur saya kagum sekali dengan pemandangan yang benar-benar alami. rombongan kami masuk ke aula dan di pintu masuk, kami disambut dengan bagian propaganda PT yakult dan diberi minuman yakult gratis :) Kmeudian kami diberi penjelasan mengenai sejarah yaukult, pentingnya untuk minum yakult setiap hari. Yakult bearsal dari bakteri L. casei Shirota Strain dimana Shirota diambil dari nama Bapak Dr. Minoru Shirota, mahasiswa universitas Tokyo, pada tahun 1921 yang berusaha mengembangkan bakteri asam laktat. 



Setelah mendengar penjelasan dari bagian propaganda, kami di ajak berkelililing untuk melihat proses pembuatannya. waktu melihat saya kagum sekali. ternyata apa yang didapat dibangku kuliah, secara realnya dapat saya saksikan sendiri. mulai dari sterilisasi, fermentasi bahan sampai ke pengepakan menjadi produknya. wah tambah kagum deh dengan agroindustri . setelah melihat-lihat proses pembuatannya selama kurang lebih 20 menit, kami di ajak kembali lagi ke aula untuk mendengar penjelasan dari bapaknya terkait dengan kemasan yakult yg digunakan. kemasan yakult terbuat dari alumninum foil. yakult dibuat menggunakan mesin dengan kapasitas 240.0000 Liter yang menghasilkan 790ribu bakteri L.casei Shirota strain. Hasil fermentasi dimasukkan ke dalam mesin homogenizer dan pengontrolan dilakukan seketat mungkin. Jam 11 tepat, rombongan kami selesai dari yakult. terus dilanjutin foto-foto. beginilah gaya teman-teman saya :) 

Setelah dari yakult, saya dan teman-teman yg lain, melanjutkan perjalanan ke pabrik pocari sweat sekitar 20 menitan dari yakult. karena diperbolehkan dari pihak pocari masuk jam 1, jadi kami menunggu sampai jam 1 di depan masjid sambil menunggu sholat zuhur. jam 12 siang kita ishoma, terus jam 12.45 kita menuju pabrik pocari. Pertama kali juga saya mengunjungi pabrik pocari, dan merasa bangga sekali minuman yang pernah saya minum, sekarang pabriknya bisa saya lihat langsung. seklaigus menambah pengetahuan tentang agroindustri. pertama kali masuk, kami naik ke lantai 2 kemudian kita disambut sama tempat ngambil minuman pocari sweat gratis, terus kita dikasih kon sama bapaknya untuk ngambil pocari nya.





yang diatas itu poto box nya pocari sweat. kereen banget :) Setelah itu, kami masuk ke aula untuk mendengar penjelasan terkait dengan sejarah pocari sweat. pertama kali, kami disuguhi dengan pemutaran film sejarah pocari sweat. jujur saya tertarik sekali waktu nonton filmya. temen disebelah saya ngantuk, tapi saya tidak ngantuk. entah kenapa semangat sekali menonton filmnya. setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan dari pak agus, dimana beliau telah bekerja selama 13 tahun di pocari sweat. 
Setelah mendengar penjelasan dari bapaknya, beberapa diantara kami disuru maju ke depan. ternyata diminta untuk mengikuti gaya JKT 48 untuk iklan pocari. terus dikasih hadiah botol minum gede bangett. lalu, kami diajak keliling2 untuk melihat proses dari hulu sampai pengemasannya.. terus dilanjutin foto-foto lagi deh. jadi semakin cinta sama agroindustri^^








Minggu, November 04, 2012

Uji Skoring Pengawasan Mutu



PEMBAHASAN UJI SKORING

Uji skoring merupakan uji yang menggunakan panelis terlatih dan benar-benar  tahu mengenai atribut yang dinilai. Tipe pengujian skoring sering digunakan untuk menilai mutu bahan dan intensitas sifat tertentu misalnya kemanisan, kekerasan, dan warna. Selain itu,digunakan untuk mencari korelasi pengukuran subyektif dengan obyektif dalam rangka pengukuran obyektif (presisi alat) (Kartika dkk., 1988).
Menurut Anonim (2006), uji skoring dilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengan deskripsi tertentu dari atribut mutu produk. Pada sistem skoring, angka digunakan untuk menilai intensitas produk dengan susunan meningkat atau menurun. Uji skoring dilakukan setelah terlebih dahulu diadakan penyeleksian panelis terlatih yakni dengan uji triangle. Uji skoring dapat digunakan untuk penilaian sifat sensoris yang spesifik seperti tekstur peyet pada nasi, warna merah tomat, bau langu pada hasil olahan kedelai atau sifat sensoris umum seperti sifat hedonik atau sifat-sifat sensoris kolektif pada pengawasan mutu produk pangan.
Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan uji scoring dengan menilai sifat sensoris yang spesifik pada warna merah tomat. Pemberian skor didasarkan pada atributkenyal hingga keras, dengan skala nilai/skor dari 1 hingga 6 dimana nilai 1 menunjukkan sifat yang sangat jelek dan nilai 6 menunjukkan sifat amat sangat baik. Setelah semua panelis selesai memberikan nilai/skor pada sampel saos, kemudian akan direkap dengan seluruh panelis. Analisis yang digunakan untuk merekap data tersebut adalah dengan menggunakan tabel analisis varian untuk contoh saos dan uji duncan untuk mengetahui apakah perlakuan berbeda nyata atau tidak. Kedua tablel ini dapat dilihat pada poin lampiran.
Berdasarkan hasil uji menggunakan analisis varian contoh saos didapatkan data bahwa dari ketiga sampel yang diuji yaitu saos Indofood (kode 753), saos dua belibis (kode 642) dan saos sasa (kode 891) diperoleh nilai F-hitung yang lebih besar dibandingkan dengan F-tabel. F hitung sampel didapatkan sebesar 6,473. Nilai Fhitung  melewati Ftabel pada taraf nyata 5% yaitu 3,33. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa warna dari ketiga saos tersebut berbeda sangat nyata. Maka untuk mengetahui warna mana yang sama atau lebih dari yang lain memerlukan analisis lebih lanjut, yaitu diperlukan uji Duncan.
  Pada uji Duncan ditentukan standart error (Sy) yaitu 0,192. Urutan rataan skor pada sampel saos sasa (C) memiliki rataan tertinggi yaitu 4,367, kemudian saos belibis (B) dengan rataan 4,00, dan terakhir saos indofood (A) dengan rataan 3,4. Penggunaan Duncan chart dengan 3 perlakuan yaitu P 2 dengan range 2,83 kemudian didapat LSR (Least Significans Range) 0,54, lalu P 3 dengan range 2,98 kemudian didapat LSR 0,57. Pada P4 dengan range 3,08 didapat LSR sebesar 0,59. Setelah didapat LSR tersebut maka dilakukan pembandingan yaitu: saos belibis (B) - saos Indofood (A) ; 4,00 – 3,40 = 0,60 > 0,54, hasil tersebut membuktikan bahwa warna saos belibis berbeda nyata dengan saos Indofood. Kemudian dilakukan pembandingan saos sasa (C) dengan saos Indofood (A) dengan perhitungan rata – rata dari saos sasa – saos Indofood; 4,367 – 3,40 = 0,967 >  0,57, hasil tersebut membuktikan bahwa warna saos sasa berbeda nyata dengan saos indofood. Terakhir pembandingan rata – rata  antara saos sasa (C) dan saos belibis (B) = 4,367 – 4,00 = 0,367 < 0,59, hasil tersebut membuktikan bahwa warna saos sasa sama atau tidak berbeda nyata  dengan saos belibis.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2006. Pengujian Organoleptik  (Evaluasi Sensori) dalam Industri Pangan. [terhubung berkala] www.ebookpangan.com (3 November 2012)
Kartika, B., B. Hastuti., W. Supartono. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. PAU Pangan dan Gizi UGM.Yogyakarta.

Top 8 PTN Indonesia 2012

Okezone kampus: Berikut rincian pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia di tingkat Asia hasil laporan pemeringkatan QS Asian University Rankings 2012:
1. UI, peringkat ke-59.

UI merupakan universitas tertua yang dikelola oleh Pemerintah Indonesia, dengan usia lebih dari 160 tahun. UI dinilai telah memberikan kontribusi prestasi yang sangat berpengaruh dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, melalui pendidikan dan penelitian.
Dalam beberapa tahun terakhir, UI mampu menampung lebih dari 30 ribu mahasiswa Indonesia dan internasional. UI menargetkan bisa menjadi universitas riset kelas dunia.

2. UGM, peringkat ke-118.


UGM resmi didirikan pada 19 Desember 1949. Pada saat didirikan, UGM hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu program Pascasarjana (S-2 dan S-3). UGM berlokasi di Bulaksumur, Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan UGM terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi.
3. ITB, peringkat ke-131.

ITB didirikan pada 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun tiap-tiap institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.
Sejarah ITB bermula sejak awal abad ke-20. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama.

4. Universitas Airlangga (Unair), peringkat ke-135.


Sejarah Unair berawal dari cikal-bakal lembaga pendidikan Nederlands Indische Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT), masing-masing didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1913 dan 1928.
Saat ini Unair memiliki 13 fakultas dan satu program pascasarjana. Unair mengelola 127 program studi (prodi) dari berbagai jenjang, meliputi program akademik, vokasi, dan spesialis.

5. Institut Pertanian Bogor (IPB), peringkat ke-181.


Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang dimulai pada 2006. Pada 2007, secara embrional IPB mencanangkan diri siap menjadi universitas riset.
6. Universitas Padjadjaran (Unpad), kisaran peringkat 181-190.


Unpad didirikan pada 11 September 1957. Pada awal berdirinya, Unpad memiliki empat  fakultas, saat ini telah berkembang menjadi 16 fakultas dan program pascasarjana.
Program yang ditawarkan Unpad meliputi program doktor (S-3) terdiri dari sembilan program studi, program magister (S-2) terdiri dari 19 program studi, dua program spesialis, lima program profesi, dan program sarjana (S-1) terdiri dari 44 program studi, program diploma III (D-3) terdiri atas 32 program studi dan program diploma IV (D-4) terdiri atas satu program studi. Unpad juga memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai wadah untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
7. Universitas Brawijaya (UB), peringkat 201-250.


Nama UB diresmikan sebagai universitas negeri pada 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata. Jumlah tersebut meliputi program Diploma, Sarjana, Magister, Doktor dan Spesialis yang tersebar dalam 12 fakultas dan dua program pendidikan. Kampus UB berada di kota Malang, Jawa Timur
8. Universitas Diponegoro, peringkat 251-300.


Universitas Diponegoro yang lebih dikenal dengan nama Undip, adalah sebuah perguruan tinggi di Semarang, Jawa Tengah, yang didirikan pada 1956 sebagai perguruan tinggi swasta, dan baru mendapat status sebagai perguruan tinggi negeri pada 1961. Kata Diponegoro diambil dari nama pahlawan nasional yang merupakan seorang pangeran pengobar semangat kemerdekaan dari tindakan kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Semangat ini turut menginspirasi pendirian Undip.

http://adesuherman09.student.ipb.ac.id/tag/ipb/

MIT peringkat nomor 1 Dunia Tahun 2012

MIT Dinobatkan Jadi Universitas Nomor 1 di Dunia

Rifa Nadia Nurfuadah
Kamis, 25 Oktober 2012 15:39 wib
Salah satu sudut kampus MIT, AS. (Foto: Alamy)
Salah satu sudut kampus MIT, AS. (Foto: Alamy)
JAKARTA - Setelah dua tahun menyandang gelar sebagai kampus terbaik dunia, University of Cambridge, Inggris, terdepak oleh kedigdayaan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Tahun lalu, MIT "hanya" berada di posisi ketiga.

Fakta ini sesuai dengan laporan pemeringkatan kampus dunia terakhir yang dikeluarkan QS World University Rankings. Pada data tahun 2012 ini, University of Cambridge harus puas dengan menduduki peringkat kedua. Sementara itu, Harvard terdepak dari posisi ke dua pada 2011, menjadi posisi ketiga tahun ini. Demikian seperti dilansir Huffington Post, Kamis (25/10/2012).

Lembaga pemeringkat institusi pendidikan, Quacquarelli Symonds (QS), yang berbasis di London ini setiap tahun, merangking 400 kampus unggul dunia berdasarkan enam indikator. Keenamnya adalah reputasi akademik, rasio fakultas dengan mahasiswa, sitasi per fakultas, reputasi karyawan, proporsi untuk program intrenasional, dan presentase dari pelajar internasional.

Tahun ini, proporsi kampus-kampus Amerika dalam daftar tersebut masih sekira 60 persen dari total kampus yang masuk pemeringkatan. Selain Harvard dan MIT, kampus AS lainnya yang masuk 10 besar kampus unggul dunia bersi QS adalah  Yale University (7), University of Chicago (8), Princeton University (9), dan California Institute of Technology (10).

Pemeringkatan tahun ini juga menampilkan subjek pemeringkatan baru, yakni ilmu komunikasi dan media. Subjek tersebut berada di bawah kategori ilmu sosial, satu dari lima area yang diperiksa pada pemeringkatan teresebut. Area-area tersebut adalah seni dan humaniora (art and humanity), teknik dan teknologi (engineering and technology), ilmu kehidupan (life sciences) dan ilmu alam (natural sciences).

University of Oxford, Cambridge, dan Harvard, mendominasi rangking pada aera seni dan humaniora, khususnya pada segmen bahasa dan sastra Inggris, geografi, sejarah, bahasa modern, dan filosofi. MIT menjadi unggulan di lima kategori rangking teknik dan teknologi, yakni teknki kimia, teknik sipil, ilmu komputer, teknik elektro, serta teknik mekanik, aeronautika, dan manufaktur.

Berikut 10 kampus unggul dunia versi QS World University Rankings:

1. Massachusets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
2. University of Cambridge, Inggris
3. Harvard University, Amerika Serikat
4. University College, London
5. University of Oxford, Inggris
6. Imperial College, London
7. Yale University, Amerika Serikat
8. University of Chicago, Amerika Serikat
9. Princeton University, Amerika Serikat
10. California Institute of Technology, Amerika Serikat.

sumber: kampus.okezone.com/read/2012/10/25/373/709274/mit-dinobatkan-jadi-universitas-nomor-1-di-dunia